Yup Night Ride. Kamu tahu kan Night Ride artinya? Sebenarnya ini cuma pengalaman Saya, Ansell, Vigor, Hasan, dan Marlovin. Ceritanya tuh kami semua pergi gowes malam-malam jam 12 lebih, ke tempat yang rada seram. Sebenarnya bukan malam, tapi dini hari. Kami Night Ride sudah 2 kali. Yang kedua tidak terjadi apa-apa. Yang serem adalah yang pertama di saat nginep di rumah Vigor. Yang aslinya sih hari itu ada pertandingan Barca melawan Real Madrid jam 12 malam. Nah, kami nyari nobar di sekitar. Kami ngeliat dari jauhan itu kayak ada sinar sinar layar, akhirnya kami pun keluar naik sepeda, tetapi Marlovin tidak ikut (tidur duluan).
Sebenarnya dari pertama kami keluar itu ada perasaan tidak enak yang kami rasakan kecuali Vigor. Belum keluar dari perumahan, kami mencium bau bangke di dekat pohon lapangan basket itu. Kami pun langsung buru-buru ngayuh sepeda kami dengan cepat. Sesampai depan gerbang perumahan, satpam pun membuka gerbangnya. Di luar sana sangat sunyi, dan gelap gulita. Kami semua tidak dapat melihat apa-apa. Jadi kami menggunakan aplikasi light ponsel Vigor untuk menerangi jalan.
Kami semua merasa aneh, gugup, dan ketakutan ketika keluar dari perumahan. Tetapi ada satu rumah kosong, belum jadi semua menarik perhatian kami di malam gelap itu. Tetapi, kami tidak mengayuhkan sepeda mengarah kesana. Kami pun keluar menuju jalan umum, dan kami mencari cahaya yang kami lihat dari perumahan di sekeliling jalan. Dan ternyata......... Hanyalah pekerja las. Damn
Kami semua kecewa, akhirnya kami memutuskan untuk keliling di sekitar. Hari itu bernuansa aneh, tidak sama seperti biasanya. Kami pun berlanjut untuk mengayuh sepeda kami, tujuan kami yaitu adalah ke rumah Hasan di Griya Sunyaragi Permai. Katanya ada TV di Pos Satpamnya. Ya sudah, kami pun pergi kesana. Yak, hampir sesampai di sana, kami harus melewati jalan yang lebar, gelap, dingin, dan menyeramkan. Di kanan dan di kiri pohon semua. Ya tapi kami santai mengayuh sepedanya. Setelah itu ada pos yang kosong, gelap, dan kayaknya menyeramkan.
Kata Hasan, di situ pos yang gelap itu ada satpam yang gantung diri di situ, makanya pos itu tidak di pakai lagi. Saya pun merinding mendengarnya. Setelah sampai di Pos Satpam yang katanya ada TVnya, ternyata TVnya tidak ada kata satpamnya. Kami pun bingung harus kemana lagi, karena tidak ada lagi tujuan mau kemana, akhirnya kami pun pulang kembali ke perumahan Vigor melalui jalan yang sama.
Di saat melewati jalan yang lebar, gelap, dingin, dan menyeramkan yang banyak pohonnya itu, Saya mendengar suara jeritan seorang wanita di samping bawah jalan ini. Di samping bawahnya jalan ini kata Hasan hanya ada sungai sama sawah. Saya pun terkejut dan diam saat mendengarnya. Bulu kuduk saya pun langsung berdiri, saya bertanya kepada Vigor " Eh... Tadi ada suara jeritan wanita eh... " dengan nada rendah. " Yang bener Gi? Gue ga denger apa-apa " Vigor terkejut. Setelah itu tanpa habis mikir saya langsung ngayuh sepeda secepat mungkin. Dan di ikuti oleh Vigor.
Setelah melewati jalan itu, kami semua ke sebuah warung dan membeli minuman. Semua lagi ngumpul, terus saya nanya ke Ansell " Eh Sell, tadi denger engga ada suara jeritan wanita? ". " Eh iya iya Gi, kita denger yakin suaranya. " Jawab Ansell heboh " Kayak gini bukan ' aaaaaa! ' ya kan? ". " Eh! Tapi kok kita ga denger apa-apa sih? " Vigor nyeletuk. " Ah elu sih anak alim, di lindungi sama Allah kali, jadi ga kedengeran. " Jawab Ansell. Setelah beberapa perbincangan akhirnya kami semua memutuskan balik lagi ke perumahan Vigor.
Kami pun dengan santai pulang ke perumahan Vigor. Untungnya tidak terjadi apa-apa. Ga ada yang ngikutin (?) Sampai depan gerbang perumahan di ketawain sama satpamnya gara-gara yang dikira nobar tadi sesungguhnya adalah pekerja las. Sungguh. Mengecewakan. Tetapi sebelum kami melakukan Night Ride, kami semua udah merasakan hal-hal aneh dan suara-suara aneh yang ada di rumah Vigor sebelum berangkat.
Antara jam 11 an, Saya, Ansell, dan Hasan mengalami bulu kuduknya berdiri. Setelah itu, kami sedang berbincang-bincang di kamar Vigor, tiba-tiba dari luar ada suara " ngiiiiiiit...! " suaranya jelas banget. Benar-benar jelas. Setelah ada suara itu, semua terdiam dan tidak berkata apa-apa. Vigor pun menengok keluar dari jendela di kamarnya. Dan kata dia tidak ada apa-apa di luar. ENG ING ENG. Dag dig dug jantung saya. Tapi kami semua tidak mempermasalahkan itu semua.
Yak, ini pengalaman yang tidak terlupakan.............................