Sang surya yang memancarkan cahayanya, cukup panas di hari itu. Ray terduduk diam di bangku. Tatapan Ray tertuju kepada langit biru. Hari yang membosankan bagi Ray. Dia tidak tahu bagaimana menghabiskan waktunya. Dia pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan. Pandangannya menerawang saat dia melihat ke arah langit. Pikirannya pun kosong, tersesat dalam kehampaan yang dalam. Tetap dia berjalan dengan pandangan menerawang ke langit. Tanpa di sadarinya, seorang perempuan menabraknya dari depan.
" Aw.... " Ucap Gadis itu sambil menunduk dan memegang kepalanya. " Ma.. maaf ya.. Saya tidak melihat kamu tadi hehe ".
" Oh.. Tidak apa-apa. Maaf, saya juga tidak melihat kamu berjalan tadi.. ". Ucap Ray dengan matanya menatap wajah gadis itu.
Tak lama kemudian kedua mata mereka pun bertemu kepada arah yang sama. Ray pun merasa canggung, dan begitu juga gadis itu. Gadis itu secara cepat membuang pandangannya.
" *canggung* uhm, sepertinya saya akan pergi dulu.. " Ucap Gadis itu yang bergegas pergi.
" ........... "
Ray hanya heran dan menatap punggung Gadis itu yang makin lama semakin jauh. " Gadis itu....... "
Keesokkan harinya Ray pergi sambil membawa kameranya dari rumah menggunakan mobil. Ray berharap dia bisa menemukan objek yang indah untuk bahan potretannya. Dia pun berhenti di suatu tempat yang bernama ' View Point '. View Point adalah salah satu tempat yang di kenal indah pemandangannya, banyak wisatawan yang datang ke tempat ini. Di saat Ray sedang memotret-motret pemandangan menggunakan kameranya, Ray menangkap wajah seorang perempuan yang di kenal oleh dia. Ya, ternyata perempuan itu adalah yang menabrak Ray di saat berjalan kemarin. Ray pun memandangnya dari kejauhan. Gadis itu sedang asik melihat-lihat apa yang ada di View Point ini.
Si Gadis menoleh ke arah Ray, dan Gadis itu pun tahu bahwa Ray adalah orang yang dia tabrak kemarin. Ray membuang wajahnya ke lain arah dan berpura-pura memotret pemandangan. Di saat Ray menoleh kembali ke arah dimana Gadis itu berada, Gadis itu sudah tidak ada disana.
" Mungkin Gadis itu sudah pergi... ". Dalam pikiran Ray. Ray pun terkejut di saat ada yang menyentuh bahunya dari belakang.
" Hai! Apakah kamu mencari-cari saya? Hahaha ". Ucap Gadis itu sambil tertawa.
" Oh hai.. Tidak juga haha ". Jawab Ray dengan setengah terkejut.
" Oh iya, soal yang kemarin saya minta maaf ya, saya jalan sambil menundukkan kepala. Tidak melihatmu. "
" Tidak apa-apa, bukan hal yang besar ". Jawab Ray dengan nada lembut. " Apa yang membawamu kemari? ".
" Hanya ingin melihat-lihat, sedangkan kamu? ". Jawab si Gadis.
" Mencari objek untuk di potret. Sepertinya tempat ini bagus untuk di potret. "
" Mencari objek? Gimana kalau saya menjadi objek potretnya? Saya bisa menjadi modelnya. Sepertinya... ". Ucap Gadis itu sambil tersenyum.
" Apa? Ba.. Baiklah.. ".
Setelah memotret Gadis itu dengan pemandangan yang ada di View Point, Ray pun duduk di bangku dengan pandangan menerawang. Si Gadis datang dengan membawakan minum untuk Ray.
" Ini minumannya, di minum.. ". Kata si Gadis.
" Buat saya? Te.. Terima kasih.. ". Jawab Ray sambil mengambil minuman yang ada di tangan si Gadis.
" Oh iya, nama kamu siapa? Saya belum tau nama kamu siapa.. ". Tanya si Gadis.
" Nama saya Ray Manewa. ". Jawab Ray singkat.
" Kalau saya, Putih Azizah. Tapi bisa di panggil Putih, atau Azizah. Terserah kamu mau panggil saya yang mana. Kebanyakan panggil saya Putih hehe. ". Jawab Putih sambil tertawa kecil. " Oh iya, saya pulang sama kamu ya? Ya walaupun baru kenal, tapi kamu sepertinya orang baik. Gara-gara saya jadi model buat kamu jadi saya di tinggal pulang sama teman-teman saya hehe. Jadi, harus anterin saya ya! ".
" Nganter kamu pulang? ". Jawab Ray dengan wajah terkejut. " Ta.. Tapi kan kamu sendiri yang mau jadi modelnya..... ".
" Hehehe, iya sih. Ya tapi kan... Ah tidak mau tahu. ". Kata Putih sambil meniupkan poninya.
" Hm, apa boleh buat... Ya sudah mari kita pulang. "
" Yeay! ". Jawab Putih kegirangan.
Ray mengantar Putih pulang. Di saat Putih di mobil bersama Ray suasana menjadi canggung. Ray pun hanya terdiam, begitu juga Putih. Tiba-tiba Putih berteriak untuk memecah kan suasana...
" AAAAH! ". Teriak Putih.
" Ada apa Put?! ". Jawab Ray terkejut.
" Oh tidak ada apa-apa kok haha ". Ucap Putih sambil tertawa.
" Aduh, Gadis ini..... ". Gunjing Ray.
" Boleh pinjam Handphone kamu? Sepertinya Handphone saya tertinggal di mobil teman saya. Barangkali saja teman saya ada yang mengangkat panggilan saya. "
" Ini silahkan... "
Ray tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat ini. Membawa seorang gadis di mobil, dan mengantarkannya pulang. Gadis ini terlihat lugu, namun dia selalu ceria, seakan-akan tidak ada yang bisa membuatnya sedih. Ray tidak pernah melihat gadis semacam ini. Kebanyakan gadis yang Ray kencani semuanya tertarik karena hartanya, hal ini membuat Ray trauma menjalin hubungan dengan perempuan. Namun, Ia tidak melihat sifat itu di dalam diri Gadis ini. Ray hanya ingin lebih tahu tentang gadis ini.
" Ya, kita sudah sampai. ". Ujar Ray kepada Putih.
" Apa? Sudah sampai? Terima kasih ya orang asing haha. Eh maksud saya Ray hehe. ". Jawab Putih sambil tertawa riang.
" Apa kamu bilang? Orang asing? Dasar Gadis lugu. ". Gerutu Ray
" Hehe, yaudah. Terima kasih ya! Selamat sore! ". Jawab Putih di barengi senyumnya.
Semalaman, Ray melihat-lihat hasil foto yang ada di kameranya. Tak tahu kenapa, Ray terasa terhibur dengan foto-foto itu. Kulitnya yang putih, matanya, rambut panjangnya yang lembut, bulu matanya yang lentik, dan yang lainnya membuat Ray tersenyum di saat melihat foto-foto itu. Sesaat Ray berusaha untuk merenungkan apa yang dia rasakan. Sungguh jarang ia mendapatkan perasaan seperti ini. Mungkin terlalu awal untuk memastikan apa yang terjadi terhadap dirinya. Tetapi Ray sungguh ingin mengetahui lebih tentang Gadis ini.
Malam itu berlalu dengan penuh pertanyaan dan penasaran. Rasa penasaran Ray ini, membuat Ray tidak bisa tidur. Dan rasa yang ia rasakan membuatnya ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap dirinya. Terangnya bulan menemaninya di malam hari yang sunyi. Gemerlap bintang-bintang di langit, menghiburnya diantara rasa penuh pertanyaan dan penasaran itu.
" Semoga apa yang saya rasakan sekarang tidak membuat buruk di masa yang akan datang... " Ujar Ray.
No comments:
Post a Comment