Friday, October 26, 2012

I'm Yours ( That Day )

Dua minggu pun berlalu, Ray sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Ray masih penasaran dengan Gadis itu yang Ray antarkan pulang. Tentu, perasaan akan penasaraan terhadap Gadis itu mengganggu di saat dia melakukan pekerjaannya. Ray sering melamun memikirkan Dia. Entah Dia kemana, tiada kabar, bagaikan angin yang berhembus. Setelah Ray pulang kerja, Ray check handphonenya dan melihat nomor panggilan tanpa nama. Dan Ray rasa ini adalah nomor panggilan Gadis itu. Ray pun berpikir harus menghubunginya atau tidak, ini semua karena Ray penasaran tentang si Gadis itu.


Dan akhirnya Ray pun memberanikan diri untuk menghubunginya.
*tekan nomor panggilan Gadis itu* " Tuuut.... Tuut..... ". Ray menunggu.
Gadis itu pun mengangkat. " Hallo? "
" .......... ". Ray terdiam seraya mengingat suara Gadis itu.
" Hallo? Ini siapa? Hallo? ".
" Uh, hai. Ini benar Putih Azizah? ".
" Iya ini saya. Maaf, ini siapa ya? ".
" Ini... Ray. Ray Manewa. Masih ingat? ".
" Oh, kamu.. Iya saya ingat. Ada apa ya? ".
" Can.. Can we hang out sometime? ". Tanya Ray dengan gugup.
" Hang out? Okay. Kapan? Saya juga lagi tidak ada acara apa-apa. ".
" Bagaimana kalau besok? Apakah kamu bisa? ".
" Bisa bisa. Come to my house at 10 a.m. Okay? Masih ingat kan? ".
" Okay, masih masih. ".
" Baiklah kalau gitu. Selamat malam! Hihi. ". Jawab Putih dengan tertawa kecil.
*menutup panggilan*


Ray pun tidak percaya bahwa, Ray benar-benar akan pergi dengan Gadis itu besok. Ray pun bingung apa yang Ray harus lakukan besok, kemana kita berdua harus pergi. Sudah lama Ray tidak pergi jalan dengan perempuan. Hal ini membuatnya bingung dan sekaligus membuat Ray senang. Ray tidak sabar untuk bertemunya besok. Akhirnya Ray pun tidur.


Keesokkan harinya, Ray pun bersiap-siap untuk pergi bersama Putih. Semuanya telah siap, dan Ray pun berangkat menggunakan mobilnya menuju rumah Putih. Sesampainya di sana, Ray pun keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Putih.


*mengetuk pintu* " Tok tok! Putih? ". Tak ada yang menjawabnya. " Tok tok tok! Putih? Kamu ada di sana? ". Akhirnya di bukakan pintu rumahnya.
" Ada apa? ". Tanya Putih sambil mengusap-usap matanya.
" Kamu.... Kenapa masih menggunakan piyama mu? ". Jawab Ray aneh.
*bangun dari ketidaksadarannya* " Huh? WAH! SAYA LUPA JANJI KITA!! ". Jawab Putih heboh. " Sebentar ya, sebentar hehe. ".
" Okay, saya tunggu kamu di luar ya. ".


Setengah jam pun berlalu, akhirnya Putih pun keluar dari pintu rumahnya. Di saat Gadis itu keluar, Ray hanya menatapnya tanpa berkata-kata. Ray merasa sesuatu yang bergejolak keluar dari dalam dirinya. Detak jantungnya pun berdetak dengan cepat di saat melihatnya. Sungguh jarang Ray dapat merasakan hal seperti ini.


" Ray? Kok diam saja? Ayo kita pergi. ". Ujar Putih.
*tersadar* " Huh? Eh iya iya, ayo kita berangkat. " Jawab Ray.


Akhirnya Ray dan Putih masuk ke dalam mobil. Di saat pertama mereka di dalam mobil di saat itu sungguh canggung, tetapi sekarang bukan rasa canggung yang Ray rasakan. Ray ingin mengajak berbicara Gadis itu tapi Ray tidak tahu mau menanyakan apa kepada Putih. Dan akhir Putih sekali lagi memecahkan suasana....


" AAAAH! ". Teriak Putih kencang.
" Kenapa lagi Putih? ". Jawab Ray santai.
" Tidakkah kau kaget baru saja tadi aku teriak? ". Tanya Putih.
" Aku sudah tahu trik kamu. ". Jawab Ray dengan wajah berbinar-binar.
" Ada apa dengan wajahmu? ". Tanya Putih sambil menyerngitkan alis. " Lupakan. Sekarang kita mau pergi kemana? ".
" Apakah ke taman rekreasi? ".
" Itu dia! Kita ke taman rekreasi saja ya. Hihi. ". Jawab Putih girang.


Tibalah mereka di taman rekreasi. Taman rekreasi ini bernama Go Zone Studios. Taman rekreasi ini seperti sebuah kota kecil tidak terlalu besar dan mempunyai banyak wahana, tempat makan, taman, danau, dan yang lainnya. Setibanya di sana, Ray dan Putih langsung membeli tiket masuknya. Di saat masuk Ray dan Putih di sambut dengan orang-orang yang memakai berbagai macam kostum sambil membawa balon-balon. Di kasihlah kami dengan sebuah balon biru.


Di saat melihat Putih, wajahnya begitu senang, senyumnya lepas, seakan-akan seperti anak kecil yang baru pertama kali datang ke taman rekreasi. Wajahnya yang senang, membuat hati Ray terhibur. Rasa-rasa sakit akan semua mantan kekasihnya yang melukainya sepertinya dapat menghilang dengan senyuman indah dari Gadis itu. Tanpa Ray sadari, Ray tersenyum kepada Putih. Ray akhirnya dapat tersenyum lepas, senyuman Ray tidak lagi di paksa.


" Ray? Kenapa senyum sendiri? ". Tanya Putih heran.
" Uh, uhm tidak ada apa-apa. ". Jawab Ray linglung.
" Ayo kita main wahananya! ". Ujar Putih dengan wajah girang.
" Kita mau main wahana apa? Rollercoaster? ".
" Ide bagus tuh! Ayo kita naik wahananya! ". Jawab Putih dengan semangat.


Ray dan Putih pun memasuki wahana Rollercoaster. Di saat detik-detik wahana itu ingin berjalan, tiba-tiba saja tangan kiri Putih menggenggam tangan kanan Ray dengan erat. Ray pun kaget tiba-tiba saja Putih menggenggam tangannya. Tangannya yang kecil, jemarinya yang mungil dan halus menggenggam tangan Ray dengan erat, hal ini membuat Ray menggenggam tangan Putih dengan erat kembali. Sepertinya apa yang Ray rasakan terhadap Putih adalah rasa sayang terhadapnya. Rasa ini muncul dari dalam dirinya, Ray pun tidak tahu mengapa bisa seperti ini. Kejadian yang waktu itu terjadi dengan cepat bisa membuat Ray memiliki rasa sayang terhadap Putih. Ya, mungkin rasa sayang ini terlalu cepat datang walaupun Ray belum mengetahui banyak tentang Putih, tetapi Ray merasa nyaman di saat dekat dengan Putih.


Wahana Rollercoaster pun selesai, akhirnya mereka berdua pun turun dari wahana tersebut. Tanpa di sadari, mereka berdua pun masih berpegangan tangan. Putih pun yang menyadarinya langsung melepaskan genggamannya. Ray pun hanya terdiam. Keduanya merasa canggung. Di saat Ray melihat ke wajah Putih, wajah Putih pun memerah dan menundukkan kepalanya ke bawah.


" Uhm, mau beli Cotton Candy? ". Tanya Ray.
" Oh, mau mau! Hihi. ".
" Baiklah, saya beli dulu ya. Wait here. ".
" Okay. ".


 Di saat Ray kembali ke tempat dimana Putih menunggu, Ray sempat melihat mantan kekasihnya sedang senang-senang dengan pria lain. Hal itu membuat Ray termenung diam, tiba-tiba saja Putih menepuk bahunya. Serentak Ray langsung membalikkan badannya.


" Kamu melihat apa? ". Tanya Putih penasaran.
" Oh, bukan apa-apa. Ini Cotton Candynya. ". Jawab Ray sambil mengalihkan pembicaraan.
" Yang benar? Seperti menyangkut hal pribadi. Oh iya, terima kasih. ".
" Benar, bukan apa-apa. ".


Putih pun merasa aneh dengan pernyataan yang di katakan oleh Ray. Raut wajahnya berubah menjadi muram di saat Putih menanyakan tentang apa yang Ray lihat. Putih pun berusaha untuk menghibur Ray, dan sepertinya itu berhasil. Kini, wajahnya tidak muram, Ray dapat tersenyum kembali. Putih pun senang dapat melihat Ray tersenyum kembali. Tetapi Putih tetap penasaran apa yang dia lihat tadi. Akhirnya Putih menanyakannya...


" Sebenarnya apa yang terjadi tadi? ". Tanya Putih.
" Tadi kapan? ".
" Di saat kau membelikanku Cotton Candy. Apa yang terjadi? ".
" Oh itu.. Aku melihat mantan kekasihku yang sedang senang-senang dengan pria lain. ".
" Oh, gara-gara itukah? Sebenarnya kau jangan memikirkan tentang perempuan itu lagi. Tidak layak. ". Jawab Putih tegas.
" Ya, benar juga katamu. Karena aku telah menemukan orang yang dapat memikat hatiku. ".
*jantung berdegup kencang* " Oh ya? Siapa dia? ". Tanya Putih.
" Kau. ". Jawab Ray singkat.
" Aku? ". Putih pun tersipu malu.
" Iya, kau yang memikat hatiku sekarang. ".
" Tidak sedang bercandakan? Karena aku tidak suka bila bercanda yang di kaitkan dengan perasaan. ".
" Tidak. Aku serius. ".


Ray pun tidak tahu mengapa bisa mengeluarkan pernyataan tersebut, tapi Ray pun tahu bahwa Ray harus menyatakan apa yang di rasakan Ray terhadap Putih. Keduanya pun terdiam, Putih diam tanpa kata, begitu juga dengan Ray. Wajah Putih pun memerah di saat mendengar apa yang di katakan Ray. Putih sepertinya sedang menenangkan dirinya sendiri setelah apa yang Ray ucapkan kepadanya.


" Aku juga. ". Ucap Putih sambil menundukkan kepalanya.
" Maksudmu? " Tanya Ray heran.
" Ah, it's kinda hard to say it. I'm so embarrassed. ".
" Oh, I get the point. Benarkah apa yang kamu katakan tadi? ".
" Iya, benar. ".


Mereka berdua pun tersenyum senang, memandangi wajah satu sama lain. Hal ini tidak dapat di bayangkan oleh Ray. Ray akhirnya mendapatkan perempuan yang dapat menemaninya di waktu suka maupun duka. Yang ada di samping Ray di saat dia mengalami kesulitan. Ray yakin bahwa Putih berbeda dengan kekasih-kekasihnya yang sebelumnya, yang mengincar Ray demi harta yang dia miliki. Memerasnya secara perlahan. Ray berharap semoga Putih berbeda dengan yang lain.


Langit pun semakin gelap, Ray pun mengantar Putih pulang ke rumahnya.


" Terima kasih atas hari ini ya. ". Ujar Ray.
" Sama-sama. We should hang out again sometimes. Okay? Goodbye, hati-hati di jalan ya! Hihi. " Jawab Putih riang.
" Okay. Terima kasih. Selamat tinggal. ".


Ray pun pulang ke rumahnya. Ya, sungguh banyak kenangan yang Ray dapat bersama Putih. Kenangan ini membuat Ray dapat tersenyum lepas. Ray hanya ingin bersama Putih. Ray berharap ini akan bertahan lama sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya. Ray membuka handphonenya dan text message kepada Putih.

Text :
" Selamat malam Putih. Sekali lagi terima kasih atas hari ini. Sungguh menyenangkan. I hope we can do it again. Sleep well, Putih. Goodnight :-) ".

2 comments:

  1. udah baca ya reg udah baca nindy nya..
    kecepetan reg alurnya, bahasa nya juga terlalu formalll..

    ReplyDelete
  2. Ya emang di buat formal bahasanya ....

    ReplyDelete